Rabu, 27 Oktober 2010

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

INDIVIDU

Individu adalah perorangan yang menjelaskan pribadi orang secara terpisah dengan lainnya berdasarkan sebuah kepentingan atau urusan diri sendiri. Individu berasal dari kata latin, “Individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan sutu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu merupakan kelompok terkecil dari suatu bagian yang tak dapat dipisahkan lagi, seperti seorang ayah dalam sebuah keluarga yang merupakan pribadi individu tak dapat dibagi lagi dalam satuan yang lebih kecil. Individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Apabila individu tersebut bergabung dalm suatu kelompok yang maka individu tersebut memiliki karakteristik yang sama dimana dirinya bergabung, seperti proses pembentukan diri pada seorang anak dalam sebuah keluarga.
Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawaperubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan. . pada awal kehidupannya bagi seorang bayi mementingkan kebutuhan jasmaninya, ia belum peduli dengan apa saja yang terjadi diluar dirinya. Ia sudah senang bila kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi. Dalam perkembangan selanjutnya maka ia akan mulai mengenal lingkungannya, membutuhkan alat komunikasi (bahasa), membutuhkan teman, keamanan dan seterusnya. Semakin besar anak tersebut semakin banyak kebutuhan non fisik atau psikologis yang dibutuhkannya.

Setiap individu adalah sebuah keunikan yang tak lepas dari individu lainnya. Setiap individu tersebut memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya, perbedaan tersebut berdasarkan perbedaan secara fisik, pola fikir , karakter yang tak lepas dari respon-respon dalam menanggapi suatu hal dalam lingkungan yang ada disekitar individu satu dan yang lainnya dalam mempelajari hal-hal baru disana. Individu sangat berpengaruh terhadap faktor lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis yang akan mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan prilaku individu yang membuat individu tersebut sebagai makhluk sosial yang menuntut suatu keharusan untuk bergaul satu dengan lainnya.

Individu tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan dalm menyerap sebuah materi pelajaran yang diberikan. Dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk memenuhi perbedaan dari masing-masing individu tersebut. Dinegara maju individu tersebut bisa memilih sistem pendidikan yang sedemikian rupa sehingga dengan bebas dapat menentukan pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya. Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar seperti apa yang menonjol dari diri individu tersebut yang diharapkan bertindak arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai.

Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat.

Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oelh bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang.

Perbedaan Individu
Dalam aspek perkembangan individu, dikenal ada dua fakta yang menonjol, yaitu semua diri manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan didalam pola perkembangannya, dan di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia – secara biologis dan sosial – tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif.
KELUARGA

Keluarga berasal dari bahasa sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah bersatu. Keluarga inti (“nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat satu kesatuan pada kelompok yang terdiri dari masing-masing individu secara alamiah menjalankan fungsinya dan tugasnya dengan baik dan saling bekerjasama. Keluarga merupakan kumpulan dalam suatu kelompok dari beberapa fikiran dan pendapat.

Dalam keseharian keluarga bersama saling menukar fikiran atau pendapat memberi masukan sebuah nasihat menciptakan sebuah kehidupan yang aman, nyaman dan tentunya harmonis yang dialami susah senang bersama, mengatasi masalah secara arif dan bijak yang merupakan salah satu interaksi dalam keseharian keluarga. Pada Keluarga setiap bagian dari unit tersebut harus memili rencana hidup kedepan secara garis besar menuju kebahagiaan moril dan materil yang dirasa cukup bagi masing-masing individu yang tergabung dalam anggota keluarga.

Keluarga hidup berkelompok memiliki kemampuan berkomunikasi, kesamaan rasa, atau bekerja sama yang menciptakan kesatuan, solidaritas,kebersamaan yang baik satu sama lain. Dalam keluarga akan tercipta sebuah lingkungan yang akan mempengaruhi karakteristik orang-orang yang termasuk bagian keluarga tersebut, jadi baik atau buruknya orang-orang tersebut melakukan filtrasi terhadap pengaruh luar dirinya bergantung pada perkembangan atau pendidikan didalam keluarga.

DEFINISI KELUARGA
1. Duvall dan Logan ( 1986 ) :
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
2. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
3. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

CIRI-CIRI STRUKTUR KELUARGA
1. Terorganisasi : saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga
2. Ada keterbatasan : setiap anggota memiliki kebebasan, tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam mejalankan fungsi dan tugasnya masing-masing
3. Ada perbedaan dan kekhususan : setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

CIRI-CIRI KELUARGA INDONESIA
1. Suami sebagai pengambil keputusan
2. Merupakan suatu kesatuan yang utuh
3. Berbentuk monogram
4. Bertanggung jawab
5. Pengambil keputusan
6. Meneruskan nilai-nilai budaya bangsa
7. Ikatan kekeluargaan sangat erat
8. Mempunyai semangat gotong-royong

FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi biologis :
    a. Meneruskan keturunan
    b. Memelihara dan membesarkan anak
    c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
    d. Memelihara dan merawat anggota keluarga
2. Fungsi Psikologis :
    a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
    b. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga
    c. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
    d. Memberikan identitas keluarga
3. Fungsi sosialisasi :
    a. Membina sosialisasi pada anak
    b. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
    c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
4. Fungsi ekonomi :
    a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
    b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
    c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang
        (pendidikan, jaminan hari tua)
5. Fungsi pendidikan :
    a. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk
        perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya
    b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi
        peranannya sebagai orang dewasa
    c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

MASYARAKAT

Masyarakat adalah persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama. Mereka hidup bersama dalam berbagai hubungan, antara individu yang berbeda-beda tingkatannya,misalnya hubungan suami istri dalam rumah tangga, keluarga, suku bangsa, dan bangsa-bangsa serta norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan lain sebagainya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan kenyataaan bahwa manusia sebagai makhluk sosial ada kecenderungan untuk melakukan kesalahan sesama manusia. Kecenderungan yang bersifat sosial ini selalu timbul pada diri setiap manusia ada sesuatu yang saling membutuhkan. Dari kenyataan ini kemudian timbullah suatu struktur antar hubungan yang beraneka ragam. Keragaman itu dalam bentuk kolektivitas-kolektivitas serta kelompok-kelompok dan pada tiap-tiap kelompok tersebut terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil. Apabila kolektivitas-kolektivitas itu dan kelompok-kelompok mengadakan persekutuan dalam bentuk yang lebih besar, maka terbentuklah apa yang kita kenal dengan masyarakat.
Pada setiap masyarakat, jumlah kelompok dan kesatuan sosial tidak hanya satu, disamping itu individu sebagai warga masyarakat dapat menjadi bagian dari berbagai kelompok dan atau kesatuan sosial yang hidup dalam masyarakat tersebut.
Kehidupan bersama itu dapat terbentuk desa, kota, daerah, dan Negara. Pada umumnya ada tiga macam golongan masyarakat, yaitu sebagai berikut:
1. Golongan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan, perkumpulan keluarga
2. Golongan yang berdasarkan hubungan kepentingan/ pekerjaan, perkumpulan ekonomi, koperasi, serikat kerja, perkumpulan sosial, perkumpulan kesenian, dan olah raga.
3. Golongan yang berdasarkan hubungan tujuan/ pandangan hidup atau ideologi, partai politik, perkumpulan agama.

Masyarakat memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesame mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu social mengidentifikasikan ada:
1. Masyarakat pemburu,
2. Masyarakat pastoral nomadis,
3. Masyarakat bercocok tanam, dan
4. Masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Banyak para ahli telah memberikan pengertian tentang masyarakat. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentatang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. (Smith, Stanley, Shores, 1950, p. 5).

Dari pengertian tersebut di atas ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu bahwa masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dan masyarakat itu suatu kelompok yang berpikir tentang dirinya sendiri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Oleh karena itu orang yang berjalan bersama-sama atau duduk bersama-sama yang tidak terorganisasi bukanlah masyarakat. Kelompok yang tidak berpikir tentang kelompoknya sebagai suatu kelompok bukanlah masyarakat. Oleh karena itu kelompok burung yang terbang bersama dan semut yang berbaris rapi bukanlah masyarakat dalam arti yang sebenarnya sebab mereka berkelompok hanya berdasarkan naluri saja.

Znaniecki menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu generasi. Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi. (F Znaniecki, 1950, p. 145),

Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia:
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

Menurut ensiklopedi Indonesia, istilah “masyarakat” sekurang-kurangnya mengandung tiga
pengertian :
a. Sama dengan gesellschaft, yakni bentuk tertentu kelompok sosial berdasarkan rasional,
yang diterjemahkan sebagai masyarakat patembayan dalam bahasa Indonesia. Sementara
kelompok social lain yang masih mendasarkan pada ikatan naluri kekeluargaan disebut
gemain-scaft atau masyarakat paguyuban.
b. Merupakan keseluruhan “masyarakat manusia” meliputi seluruh kehudupan bersama. Istilas
ini dihasilkan dari perkembangan ketergantungan manusia yang pada masa terakhir ini
sangant dirasakan.
c. Menunjukan suatu tata kemasyarakatan tertentu dengan cirri sendiri (identitas) dan suatu
autonomi (relative), seperti masyarakat barat, masyarakat primitive yang merupakan
kelompok suku yang belum banyak berhubungan dengan dunia sekitarnya.

Faktor-Faktor / Unsur-Unsur Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
1. Berangotakan minimal dua orang.
2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.

Ciri / Kriteria Masyarakat Yang Baik
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

Ada beberapa komponen masyarakat diantaranya :
a. Populasi dengan aspek-aspek genetik dan demografik
b. Kebudayaan sebagai produk dari aktivitas cipta rasa, karsa dan karya manusia. Isi kebudayaan meliputi beberapa sistem nilai, yaitu sistem peralatan (teknologi), ekonomi, organisasi, ilmu pengetahuan, kesenian, dan kepercayaan sistem bahasa.

Masyarakat tidak begitu saja muncul seperti sekarang ini, tetapi adanya perkembangan yang dimulai dari masa lampau sampai saat sekarang ini dan terdapat masyarakat yang mewakili masa tersebut. Masyarakat ini kemudian berkembang mengikuti perkembangan jaman sehingga kemajuan yang dimiliki masyarakat sejalan dengan perubahan yan terjadi secara global, tetapi ada pula masyarakat yang berkembang tidak seperti mengikuti perubahan jaman melainkan berubah sesuai dengan konsep mereka tentang perubahan itu sendiri.

Dalam mempertahankan kehidupannnya masyarakat beradaptasi dengan
lingkungannya. Adapun adaptasi tersebut dibedakan sebagai berikut :
a. Adaptasi genetik; setiap lingkungan hidup biasanya merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh yang spesifik, yang bersifat turun temurun dan permanen
b. Adaptasi somatis yang merupakan penyesuaian secara struktural atau fungsional yang sifatnya sementara (tidak turun temurun). Bila dibandingkan dengan makhluk lainnya, maka manusia mempunyai daya adaptasi yang relatif lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar